📖 MODUL PEMBELAJARAN PAI 2025
Tsaqofah Wawasan Keislaman & Tahsin Al-Qur'an
🕌 TSAQOFAH WAWASAN KEISLAMAN
A. Pengertian Tsaqofah Islamiyah
Tsaqofah (الثقافة) berasal dari bahasa Arab yang berarti kebudayaan, peradaban, atau wawasan. Tsaqofah Islamiyah adalah kesadaran dan pemahaman komprehensif tentang Islam yang mencakup aqidah, syariah, dan akhlak, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Membangun kepribadian Muslim yang kuat dan berintegritas
- Memahami Islam secara menyeluruh (kaffah)
- Mampu menghadapi tantangan zaman dengan perspektif Islam
- Menjadi Muslim yang berkontribusi positif bagi peradaban
B. Pilar-Pilar Tsaqofah Islamiyah
1. Aqidah (العقيدة) - Fondasi Keimanan
Aqidah adalah sistem keyakinan fundamental dalam Islam yang mencakup:
| Rukun Iman | Penjelasan | Implementasi |
|---|---|---|
| Iman kepada Allah | Meyakini keesaan Allah (Tauhid) | Beribadah hanya kepada Allah, bergantung total kepada-Nya |
| Iman kepada Malaikat | Meyakini makhluk ghaib ciptaan Allah | Menjaga perbuatan karena selalu diawasi malaikat |
| Iman kepada Kitab | Meyakini wahyu Allah kepada para rasul | Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup |
| Iman kepada Rasul | Meyakini utusan Allah pembawa risalah | Meneladani akhlak Rasulullah SAW |
| Iman kepada Hari Akhir | Meyakini kehidupan setelah kematian | Beramal untuk akhirat, tidak hanya dunia |
| Iman kepada Qada dan Qadar | Meyakini takdir Allah | Ikhtiar maksimal sambil bertawakal |
2. Syariah (الشريعة) - Hukum dan Praktik
Syariah adalah sistem hukum Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan:
- Syahadat: Mengucapkan dan mengamalkan dua kalimat syahadat
- Shalat: Melaksanakan shalat lima waktu
- Zakat: Menunaikan zakat sebagai ibadah sosial
- Puasa: Berpuasa di bulan Ramadhan
- Haji: Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu
Klasifikasi Hukum Islam:
- Wajib: Harus dilakukan, berpahala jika dilakukan, berdosa jika ditinggalkan (contoh: shalat 5 waktu)
- Sunnah (Mandub): Dianjurkan, berpahala jika dilakukan, tidak berdosa jika ditinggalkan (contoh: shalat sunnah)
- Mubah: Boleh dilakukan atau ditinggalkan (contoh: minum teh atau kopi)
- Makruh: Dibenci, lebih baik ditinggalkan (contoh: makan dengan tangan kiri)
- Haram: Dilarang keras, berdosa jika dilakukan (contoh: minum khamr, berzina)
3. Akhlak (الأخلاق) - Etika dan Moral
Akhlak adalah sistem nilai dan perilaku yang mulia dalam Islam:
- Ash-Shidq (الصدق): Jujur dalam perkataan dan perbuatan
- Al-Amanah (الأمانة): Dapat dipercaya
- Al-'Afwu (العفو): Pemaaf
- At-Tawadhu' (التواضع): Rendah hati
- Ash-Shabr (الصبر): Sabar dalam menghadapi ujian
- Al-Ikhlash (الإخلاص): Ikhlas karena Allah
- Al-Kidzb (الكذب): Berbohong
- Al-Ghibah (الغيبة): Menggunjing
- Al-Hasad (الحسد): Dengki
- Ar-Riya' (الرياء): Pamer/riya
- Al-Kibr (الكبر): Sombong
C. Manhaj (Metodologi) dalam Memahami Islam
Sumber Ajaran Islam:
- Al-Qur'an: Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
- As-Sunnah: Perkataan, perbuatan, dan ketetapan Rasulullah SAW
- Ijma': Kesepakatan ulama mujtahid pada suatu masa
- Qiyas: Menyamakan hukum kasus baru dengan kasus lama karena ada kesamaan illat
D. Islam dan Kehidupan Modern
- Globalisasi: Menjaga identitas Islam di tengah budaya global
- Teknologi: Memanfaatkan teknologi secara positif
- Pluralisme: Hidup harmonis dengan keberagaman
- Materialisme: Tidak tenggelam dalam kehidupan duniawi
- Ekstremisme: Memahami Islam wasathiyah (moderat)
Prinsip Islam Wasathiyah (الوسطية):
Islam mengajarkan keseimbangan dan moderasi:
- Keseimbangan antara dunia dan akhirat
- Keseimbangan antara hak individu dan masyarakat
- Keseimbangan antara materi dan spiritual
- Keseimbangan antara akal dan wahyu
"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan)" (QS. Al-Baqarah: 143)
E. Kontribusi Muslim dalam Peradaban
Muslim diharapkan berkontribusi positif melalui:
- Ilmu Pengetahuan: Menuntut ilmu adalah kewajiban
- Kepemimpinan: Menjadi pemimpin yang adil dan amanah
- Ekonomi: Praktik ekonomi yang halal dan berkah
- Sosial: Peduli terhadap sesama dan lingkungan
- Dakwah: Menyebarkan nilai-nilai Islam dengan hikmah
📚 TAHSIN AL-QUR'AN: MAKHRAJ & SIFAT HURUF
Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat dan pedoman hidup. Membaca Al-Qur'an dengan baik adalah kewajiban setiap Muslim.
"Sesunggunya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan melaksanakan shalat..." (QS. Fathir: 29)
PEKAN 1: MAKHORIJUL HURUF (مخارج الحروف)
A. Pengertian Makhorijul Huruf
Makhorijul Huruf adalah tempat-tempat keluarnya huruf hijaiyah ketika diucapkan. Penguasaan makhraj yang benar adalah fondasi bacaan Al-Qur'an yang baik.
B. Lima Tempat Makhraj Utama
| Makhraj | Huruf | Jumlah | Cara Pengucapan |
|---|---|---|---|
| 1. Al-Jauf (الجوف) Rongga mulut |
ا و ي (huruf mad) | 3 | Udara keluar dari rongga mulut tanpa hambatan |
| 2. Al-Halq (الحلق) Tenggorokan |
ء هـ ع ح غ خ | 6 |
- Pangkal: ء هـ - Tengah: ع ح - Ujung: غ خ |
| 3. Al-Lisan (اللسان) Lidah |
ق ك ج ي ض ل ن ر ط د ت ص ز س ظ ذ ث | 18 | Berbagai posisi lidah dengan langit-langit atau gigi |
| 4. Asy-Syafatayn (الشفتان) Bibir |
ف و م ب | 4 |
- Bibir bawah + gigi atas: ف - Kedua bibir: و م ب |
| 5. Al-Khaisyum (الخيشوم) Rongga hidung |
Ghunnah (dengung) | 1 | Suara dengung dari hidung pada م dan ن bertasydid |
C. Detail Makhraj Lisan (Lidah) - 18 Huruf
- Pangkal lidah + langit lunak: ق (qof) - paling dalam
- Pangkal lidah + langit keras: ك (kaf)
- Tengah lidah + langit keras: ج ش ي
- Salah satu tepi lidah + geraham atas: ض (dhod)
- Tepi lidah + gusi atas: ل (lam)
- Ujung lidah + gusi atas: ن (nun)
- Ujung lidah sedikit ke dalam: ر (ra) - bergetar
- Ujung lidah + pangkal gigi atas: ط د ت
- Ujung lidah + ujung gigi atas: ص ز س
- Ujung lidah + ujung gigi bawah: ظ ذ ث
D. Capaian Pembelajaran Makhorijul Huruf
Cluster 1 (Mahir):
Mampu membaca Al-Qur'an dengan pelafalan makhraj huruf yang tepat dan konsisten tanpa bimbingan; dapat mengoreksi kesalahan makhraj orang lain dengan penjelasan yang benar.
Cluster 2 (Kompeten):
Dapat melafalkan sebagian besar huruf dengan makhraj yang benar, meskipun masih terdapat kekeliruan kecil pada beberapa huruf tertentu.
Cluster 3 (Menengah):
Mampu mengenali dan menyebutkan tempat keluarnya huruf (makhraj) dari setiap kelompok huruf, serta mulai mencoba menerapkannya dalam bacaan.
Cluster 4 (Pemula):
Mengetahui pengertian makhorijul huruf dan mampu menyebutkan contoh huruf dari beberapa makhraj utama (halqi, lisani, syafawi, jauf).
PEKAN 2: SIFATUL HURUF & ALIF LAM
A. Pengertian Sifatul Huruf
Sifatul Huruf adalah sifat-sifat atau karakter yang melekat pada huruf hijaiyah ketika diucapkan. Sifat ini membedakan satu huruf dengan huruf lainnya yang memiliki makhraj berdekatan.
B. Sifat Lazimah (الصفات اللازمة) - 17 Sifat
Sifat yang memiliki lawan (متضادة):
| No | Sifat | Lawan | Huruf |
|---|---|---|---|
| 1 | Al-Jahr (الجهر) Suara jelas/bergetar |
Al-Hams (الهمس) Berbisik |
Jahr: 19 huruf selain hams Hams: ف ح ث هـ ش خ ص س ك ت |
| 2 | Asy-Syiddah (الشدة) Kuat, suara tertahan |
Ar-Rikhwah (الرخاوة) Lemah, suara mengalir |
Syiddah: أ ج د ق ط ب ك ت Rikhwah: sisanya Tawassuth: ل ن ع م ر |
| 3 | Al-Isti'la (الاستعلاء) Terangkat (tebal) |
Al-Istifal (الاستفال) Rendah (tipis) |
Isti'la: خ ص ض غ ط ق ظ Istifal: 22 huruf lainnya |
| 4 | Al-Ithbaq (الإطباق) Tertutup/menempel |
Al-Infitah (الانفتاح) Terbuka |
Ithbaq: ص ض ط ظ Infitah: 25 huruf lainnya |
| 5 | Al-Idzlaq (الإذلاق) Ringan di ujung lidah/bibir |
Al-Ishmat (الإصمات) Berat, tidak ringan |
Idzlaq: ف ر م ن ل ب Ishmat: 23 huruf lainnya |
Sifat yang tidak memiliki lawan (غير متضادة):
| Sifat | Huruf | Keterangan |
|---|---|---|
| Al-Qalqalah (القلقلة) Memantul |
ق ط ب ج د | Huruf memantul saat sukun atau waqaf |
| Al-Lin (اللين) Lunak/lembut |
و ي setelah fathah | Keluar dengan mudah tanpa tekanan |
| Al-Inhiraf (الانحراف) Menyimpang |
ل ر | Suara menyimpang dari makhraj |
| At-Takrir (التكرير) Berulang/bergetar |
ر | Ujung lidah bergetar (1-2 getaran) |
| At-Tafasysyi (التفشي) Menyebar |
ش | Suara menyebar di mulut |
| Al-Istithalah (الاستطالة) Memanjang |
ض | Suara memanjang dari tepi lidah |
| Ash-Shafir (الصفير) Bersiul |
ص ز س | Keluar seperti suara siulan |
C. Tafkhim dan Tarqiq (التفخيم والترقيق)
TAFKHIM (تفخيم) - Bacaan Tebal:
- Selalu tebal: خ ص ض غ ط ق ظ (huruf isti'la)
- ر (ra) tebal jika:
- Berharakat fathah: رَبّ
- Berharakat dhammah: رُسُل
- Sukun setelah fathah/dhammah: قَرْن
- ل (lam) pada Lafdzul Jalalah (الله): Tebal jika sebelumnya fathah/dhammah
TARQIQ (ترقيق) - Bacaan Tipis:
- 22 huruf selain isti'la dan ra
- ر (ra) tipis jika:
- Berharakat kasrah: رِجَال
- Sukun setelah kasrah asli: فِرْعَوْن
- Sukun setelah ya sukun: خَيْر
- ل (lam) pada Lafdzul Jalalah: Tipis jika sebelumnya kasrah
D. Hukum Alif Lam (ال)
Lam dibaca jelas, ada tanda sukun pada lam (ْل)
Huruf Qamariyyah (14 huruf): ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م هـ
Contoh:
- اَلْقَمَر (al-qamar) - bulan
- اَلْعَلِيْم (al-'aliim) - Yang Maha Mengetahui
- اَلْكِتَاب (al-kitaab) - kitab
Lam tidak dibaca (lebur), ada tanda syaddah pada huruf setelahnya
Huruf Syamsiyyah (14 huruf): ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh:
- اَلشَّمْس (asy-syams) - matahari
- اَلرَّحْمٰن (ar-rahman) - Yang Maha Pengasih
- اَلنَّاس (an-naas) - manusia
E. Praktik di Surat Al-Mulk Ayat 12-19
- Huruf Qalqalah: Cari huruf ق ط ب ج د yang sukun
- Tafkhim/Tarqiq: Perhatikan ر dan huruf isti'la
- Alif Lam Qamariyyah: اَلْعَلِيْم (al-'aliim)
- Alif Lam Syamsiyyah: اَلشَّيْطٰن (asy-syaithan)
📖 TAHSIN AL-QUR'AN: NUN SUKUN, TANWIN & MAD
PEKAN 3: HUKUM NUN SUKUN DAN TANWIN
A. Pengertian
- Nun Sukun (نْ): Huruf nun yang berharakat sukun
- Tanwin (ـً ـٍ ـٌ): Nun sukun tambahan di akhir kata (fathatayn, kasratayn, dhamatayn)
B. Empat Hukum Nun Sukun dan Tanwin
| Hukum | Huruf | Cara Baca | Contoh |
|---|---|---|---|
| 1. IZHHAR HALQI (الإظهار الحلقي) Dibaca Jelas |
ء هـ ع ح غ خ (6 huruf halqi) |
Nun/tanwin dibaca jelas tanpa dengung berlebihan |
مَنْ ءَامَنَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ مِنْ غِلٍّ |
| 2. IDGHAM (الإدغام) Dilebur |
a. Idgham Bighunnah (با غنة) - dengan dengung | ||
| ي ن م و (يَنْمُو) |
Nun/tanwin lebur dengan huruf setelahnya disertai dengung 2 harakat |
مِنْ وَّلِيٍّ مَنْ يَّعْمَلْ هُدًى وَّرَحْمَة |
|
| b. Idgham Bila Ghunnah (بلا غنة) - tanpa dengung | |||
| ر ل | Nun/tanwin lebur sempurna tanpa dengung |
مِنْ رَّبِّهِمْ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ |
|
| 3. IQLAB (الإقلاب) Diubah menjadi Mim |
ب | Nun/tanwin diubah menjadi mim samar dengan dengung 2 harakat, bibir tertutup |
مِنْۢ بَعْدِ سَمِيعٌۢ بَصِيرٌ أَنْۢبَتْنَا |
| 4. IKHFA HAQIQI (الإخفاء الحقيقي) Disembunyikan |
15 huruf sisanya: ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك |
Nun/tanwin dibaca samar antara izhhar dan idgham, dengan dengung 2 harakat |
مَنْ ذَا مِنْ شَيْءٍ عَذَابٌ قَرِيبٌ |
- Izhhar: Huruf tenggorokan (أ ه ع ح غ خ)
- Idgham Bighunnah: يَنْمُو (Yanmu)
- Idgham Bila Ghunnah: ر ل (Ra Lam)
- Iqlab: Hanya ب (Ba)
- Ikhfa: 15 huruf sisanya
C. Teknik Praktik Membaca
- Temukan nun sukun atau tanwin dalam ayat
- Lihat huruf setelahnya
- Tentukan hukumnya (Izhhar/Idgham/Iqlab/Ikhfa)
- Baca dengan perlahan sesuai hukum
- Perhatikan dengung pada Idgham Bighunnah, Iqlab, dan Ikhfa (2 harakat)
PEKAN 4-5: HUKUM MAD
A. Pengertian Mad
Mad (المد) secara bahasa berarti memanjangkan. Dalam tajwid, mad adalah memanjangkan suara huruf mad (ا و ي) dengan ukuran tertentu.
Huruf Mad:
- Alif (ا): Sebelumnya fathah (بَا)
- Waw (و): Sebelumnya dhammah, waw sukun (بُو)
- Ya (ي): Sebelumnya kasrah, ya sukun (بِي)
B. Mad Thobi'i (المد الطبيعي) - Mad Asli
Mad yang terjadi ketika huruf mad tidak bertemu hamzah atau sukun.
Panjang: 2 harakat (1 alif = 2 harakat)
Contoh:
- قَالَ (qoola) - berkata
- فِي (fii) - di dalam
- يَقُولُ (yaquulu) - dia berkata
- Membaca terlalu panjang (lebih dari 2 harakat)
- Membaca terlalu pendek (kurang dari 2 harakat)
C. Mad Far'i (المد الفرعي) - Mad Cabang
Mad yang terjadi karena ada sebab tertentu (hamzah atau sukun)
BAGIAN 1: Mad Karena Hamzah| No | Jenis Mad | Sebab | Panjang | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mad Wajib Muttashil (المد الواجب المتصل) |
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata | 4-5 harakat |
جَآءَ (jaa-a) سَوَآءٌ (sawaa-un) السَّمَآءِ |
| 2 | Mad Jaiz Munfashil (المد الجائز المنفصل) |
Huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya | 4 harakat (boleh 2) |
بِمَآ أَنزَلَ فِىٓ أَنفُسِكُمْ يَٰٓأَيُّهَا |
| 3 | Mad Badal (مد البدل) |
Hamzah diikuti huruf mad | 2 harakat |
ءَامَنَ (aa-mana) أُوتُواْ (uu-tuu) إِيمَانًا (ii-maa-nan) |
| 4 | Mad Farqi (مد الفرق) |
Hamzah istifham (pertanyaan) bertemu hamzah khabar | 6 harakat |
ءَآلذَّكَرَيْنِ (Apakah dua yang jantan...) ءَآللّٰهُ |
| 5 | Mad Shilah Thowilah (مد الصلة الطويلة) |
Ha dhamir (هِ، هُ، هِمْ) diapit huruf hidup dan diikuti hamzah | 4-5 harakat |
بِهِۦٓ أَحَدٌ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ لَهُۥٓ أَجْرٌ |
| No | Jenis Mad | Sebab | Panjang | Contoh |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mad Lazim Kalimi Mutsaqqal (المد اللازم الكلمي المثقل) |
Mad bertemu sukun asli + tasydid dalam satu kata | 6 harakat |
الطَّآمَّةُ الضَّآلِّينَ الحَآقَّةُ |
| 2 | Mad Lazim Kalimi Mukhaffaf (المد اللازم الكلمي المخفف) |
Mad bertemu sukun asli tanpa tasydid dalam satu kata | 6 harakat |
ءَآلْـَٔنَ (Sekarang/Apakah sekarang) |
| 3 | Mad Lazim Harfi Mutsaqqal (المد اللازم الحرفي المثقل) |
Huruf muqatha'ah, mad bertemu tasydid | 6 harakat |
الٓمّٓ (Alif Laam Miim) طسٓمّٓ |
| 4 | Mad Lazim Harfi Mukhaffaf (المد اللازم الحرفي المخفف) |
Huruf muqatha'ah, mad bertemu sukun tanpa tasydid | 6 harakat |
ٓصٓ (Shoodد) قٓ (Qoof) نٓ (Nuun) |
| 5 | Mad 'Aridh Lissukun (المد العارض للسكون) |
Berhenti (waqaf) pada huruf mad sebelum huruf hidup | 2, 4, atau 6 harakat |
العَٰلَمِينْ الرَّحِيمْ نَسْتَعِينْ |
| 6 | Mad Lin (Layyin) (مد اللين) |
Waw/Ya sukun setelah fathah dan diwaqafkan | 2-6 harakat |
خَوْفْ بَيْتْ قُرَيْشْ |
| 7 | Mad 'Iwadh (مد العوض) |
Tanwin fathah diwaqafkan | 2 harakat |
عَلِيمًا → عَلِيمَا سَمِيعًا → سَمِيعَا |
| 8 | Mad Tamkin (مد التمكين) |
Dua ya berurutan (pertama sukun, kedua berharakat) | 2 harakat |
النَّبِيِّينَ حُيِّيتُم |
- 2 Harakat: Mad Thobi'i, Mad Badal, Mad 'Iwadh, Mad Tamkin
- 2, 4, atau 6 Harakat: Mad 'Aridh Lissukun, Mad Lin
- 4-5 Harakat: Mad Wajib Muttashil, Mad Shilah Thowilah
- 4 Harakat (boleh 2): Mad Jaiz Munfashil
- 6 Harakat: Mad Lazim (semua jenis), Mad Farqi
✍️ LATIHAN SOAL KOMPREHENSIF
BAGIAN A: TSAQOFAH WAWASAN KEISLAMAN
Soal 1: Pilihan Ganda
Apa yang dimaksud dengan Tsaqofah Islamiyah?
Jawaban: B
Soal 2: Pilihan Ganda
Rukun Iman yang ke-4 adalah...
Jawaban: C (Urutan: Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir, Qada-Qadar)
Soal 3: Pilihan Ganda
Yang termasuk akhlak mahmudah (terpuji) adalah...
Jawaban: C
Soal 4: Uraian Singkat
Jelaskan apa yang dimaksud dengan Islam Wasathiyah dan berikan 2 contoh penerapannya!
Islam Wasathiyah adalah prinsip keseimbangan dan moderasi dalam Islam. Contoh penerapan:
- Keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat (bekerja keras sambil beribadah)
- Keseimbangan antara hak individu dan masyarakat (menjaga kepentingan pribadi tanpa merugikan orang lain)
- Keseimbangan antara materi dan spiritual (mencari rezeki halal sambil menjaga kesucian jiwa)
Soal 5: Pilihan Ganda
Urutan sumber hukum Islam yang benar adalah...
Jawaban: B
Soal 6: Analisis
Jelaskan mengapa seorang Muslim perlu memahami ketiga pilar Tsaqofah (Aqidah, Syariah, Akhlak) secara seimbang!
Ketiga pilar harus dipahami secara seimbang karena:
- Aqidah adalah fondasi keyakinan yang benar
- Syariah adalah implementasi praktis dari keyakinan tersebut
- Akhlak adalah buah dari aqidah dan syariah yang benar
- Jika salah satu diabaikan, akan terjadi ketimpangan: aqidah tanpa syariah = teori tanpa praktik; syariah tanpa akhlak = ritual tanpa jiwa; akhlak tanpa aqidah = moral tanpa landasan
BAGIAN B: MAKHORIJUL HURUF & SIFATUL HURUF
Soal 7: Pilihan Ganda
Huruf ق (qof) keluar dari makhraj...
Jawaban: C
Soal 8: Pilihan Ganda
Huruf-huruf yang termasuk makhraj syafawi (bibir) adalah...
Jawaban: A
Soal 9: Identifikasi
Sebutkan 5 huruf qalqalah dan jelaskan cara membacanya!
Huruf qalqalah: ق ط ب ج د
Cara baca: Huruf-huruf ini ketika sukun atau diwaqafkan harus dibaca dengan memantul/berguncang, seolah-olah ada tekanan dari dalam tenggorokan yang membuat huruf terdengar jelas dan tidak mati.
Soal 10: Pilihan Ganda
Huruf ر (ra) dibaca tebal (tafkhim) pada kondisi...
Jawaban: C
Soal 11: Analisis
Identifikasi hukum alif lam pada kata-kata berikut:
- اَلْقَمَر
- اَلشَّمْس
- اَلرَّحْمٰن
- اَلْكِتَاب
- اَلْقَمَر - Qamariyyah (huruf ق)
- اَلشَّمْس - Syamsiyyah (huruf ش)
- اَلرَّحْمٰن - Syamsiyyah (huruf ر)
- اَلْكِتَاب - Qamariyyah (huruf ك)
Soal 12: Uraian
Jelaskan perbedaan antara sifat Jahr dan Hams, serta sebutkan masing-masing contoh hurufnya!
Jahr (الجهر): Sifat huruf yang suaranya jelas dan bergetar karena pita suara tertutup penuh. Contoh: ب د ج
Hams (الهمس): Sifat huruf yang suaranya berbisik/lemah karena pita suara tidak tertutup penuh. Huruf hams: ف ح ث هـ ش خ ص س ك ت
BAGIAN C: NUN SUKUN, TANWIN & MAD
Soal 13: Identifikasi Hukum
Tentukan hukum nun sukun/tanwin pada contoh berikut:
- مَنْ يَعْمَلْ
- مِنْ عِلْمٍ
- أَنْۢ بَعْثَكُمْ
- مِنْ رَبِّهِمْ
- مَنْ ذَا
- Idgham Bighunnah (huruf ي)
- Izhhar Halqi (huruf ع)
- Iqlab (huruf ب)
- Idgham Bila Ghunnah (huruf ر)
- Ikhfa Haqiqi (huruf ذ)
Soal 14: Pilihan Ganda
Panjang bacaan Mad Wajib Muttashil adalah...
Jawaban: B
Soal 15: Klasifikasi
Identifikasi jenis mad pada kata-kata berikut:
- قَالَ
- جَآءَ
- ءَامَنَ
- الضَّآلِّينَ
- بِمَآ أَنزَلَ
- Mad Thobi'i (2 harakat)
- Mad Wajib Muttashil (4-5 harakat)
- Mad Badal (2 harakat)
- Mad Lazim Kalimi Mutsaqqal (6 harakat)
- Mad Jaiz Munfashil (4 harakat)
Soal 16: Pilihan Ganda
Huruf-huruf yang menyebabkan Izhhar Halqi adalah...
Jawaban: B
Soal 17: Uraian
Jelaskan perbedaan antara Mad Lazim Kalimi dan Mad Lazim Harfi!
Mad Lazim Kalimi: Mad yang terjadi karena huruf mad bertemu dengan sukun asli atau tasydid dalam satu kata biasa. Contoh: الطَّآمَّةُ, ءَآلْـَٔنَ
Mad Lazim Harfi: Mad yang terjadi pada huruf-huruf muqatha'ah (huruf-huruf di awal surat). Contoh: الٓمّٓ, صٓ, قٓ
Keduanya sama-sama dibaca 6 harakat, namun berbeda tempat kemunculannya.
Soal 18: Aplikasi
Sebutkan 4 cara membedakan Izhhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa dalam praktik membaca Al-Qur'an!
- Izhhar: Nun/tanwin dibaca jelas tanpa dengung berlebihan
- Idgham: Nun/tanwin lebur dengan huruf setelahnya, bisa dengan atau tanpa dengung
- Iqlab: Nun/tanwin berubah menjadi mim samar dengan bibir tertutup dan dengung 2 harakat
- Ikhfa: Nun/tanwin dibaca samar (antara jelas dan lebur) dengan dengung 2 harakat
Soal 19: Pilihan Ganda
Mad 'Iwadh terjadi pada kondisi...
Jawaban: B
Soal 20: Studi Kasus
Anda diminta mengajarkan tajwid kepada teman yang baru belajar. Jelaskan langkah-langkah praktis untuk membaca nun sukun dan tanwin dengan benar!
Langkah-langkah praktis:
- Identifikasi: Temukan nun sukun (نْ) atau tanwin (ـً ـٍ ـٌ) dalam ayat
- Cek huruf berikutnya: Lihat huruf yang datang setelah nun sukun/tanwin
- Tentukan hukum:
- Huruf halqi (ء هـ ع ح غ خ) → Izhhar
- Huruf ي ن م و → Idgham Bighunnah
- Huruf ر ل → Idgham Bila Ghunnah
- Huruf ب → Iqlab
- 15 huruf lainnya → Ikhfa
- Praktik: Baca dengan perlahan, perhatikan dengung pada Idgham Bighunnah, Iqlab, dan Ikhfa selama 2 harakat
- Ulangi: Latihan berulang hingga terbiasa dan lancar
🎓 TIPS SUKSES BELAJAR PAI
- Konsisten: Luangkan waktu 15-30 menit setiap hari untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil
- Praktik: Jangan hanya menghafal teori, tapi praktikkan langsung dalam bacaan
- Rekam: Rekam bacaan Anda dan dengarkan kembali untuk mengoreksi kesalahan
- Guru: Carilah guru tahsin yang kompeten untuk membimbing Anda
- Muroja'ah: Ulangi materi yang sudah dipelajari agar tidak lupa
- Aplikasi: Terapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari
- Doa: Selalu berdoa agar diberi kemudahan dalam memahami dan mengamalkan Islam
0 Komentar